Keberadaan vampir di Indonesia mungkin sudah ada sejak jaman kerajaan nusantara. Para penghisap uang rakyat itu tanpa segan, malu, ataupun merasa berdosa terus menancapkan taringnya untuk menyokong gaya hidup mewahnya. Apa mereka tidak takut pada azab Allah yang pedih di hari pembalasan? Entahlah…mungkin setan telah membutakan mata hatinya.
Keberanian KPK sebagai ‘vampire slayers’ memberi setitik harapan bagi rakyat negeri ini untuk pemberantasan koruptor, namun sayang…DPR sebagai penyambung lidah rakyat rupanya masih setengah hati mendukungnya. Ketua dan anggota Dewan yang Terhormat menolak keras penggeledahan ruangan, tetapi buru-buru mengklarifikasinya sebagai “miscommunication”saja setelah rakyat bereaksi keras atas perbuatan mereka. Dalam rentang waktu beberapa hari, bisa saja barang bukti dihilangkan.
Semoga saja KPK bisa selalu amanah dan obyektif melakukan tugasnya meskipun DPR sebenarnya adalah tuannya, yang membidani terbentuknya KPK sendiri. Tidak mengapa pagar makan tuan…selama tuannya memang benar-benar hanya membawa mudharat bagi bangsa
