Konsumsi Rokok Perparah Kemiskinan di Indonesia

Udara Bandung memang tidak sepanas Jakarta, tetapi polusi udara karena asap kendaraan bermotor seakan tidak mau kalah dengan Jakarta. Angkot yang gw tumpangi bergerak perlahan, berputar-putar kota sebelum menuju Cimahi. Asap rokok yang mengepul dari tangan sopir angkot bikin gw tambah pusing:( Ini salah satu yang gak gw suka dari kebiasaan masyarakat

Bandung, kayaknya lebih parah dari Jakarta deh. Beberapa minggu lalu gw nonton tayangan sebuah tv, dari hasil survey yang mereka lakukan pada masyarakat menengah ke bawah ternyata sungguh mencengangkan. Bayangkan, seorang tukang ojek menghabiskan 2/3 penghasilannya untuk membeli rokok. Begitu juga para pemulung dan pekerja non formal lainnya. Ironis memang, mereka yang berada di bawah garis kemiskinan malah menambah beban hidupnya dengan menjadi budak rokok.

Di manakah hati nurani para bapak ini, di saat mereka membakar uangnya… ada anak-anak busung lapar dan putus sekolah di rumahnya :( Mereka telah menggadaikan masa depan dan hidup anak-anak yang Allah amanahkan padanya. Tidakkah mereka takut pada Allah karena mengabaikan amanah…dan tidakkah mereka merasa berdosa karena meracuni orang-orang di sekitarnya yang terpaksa harus ikut menghisap asap rokoknya?

Bagaimana penduduk negeri ini bisa terlepas dari jerat kemiskinan jika perilakunya masih seperti ini? Semoga Allah berkenan membuka mata hati dan fikiran mereka, amin :)

Leave a Comment