Sering kali keluhan terdengar dari beberapa teman tentang kondisi keuangannya yang kurang bagus atau karir yang ga menjanjikan. Alih-alih mencari peluang bisnis atau mencari penghasilan tambahan, mereka sudah lebih dulu mengatakan kalo hasilnya hanya sedikit. Hidup di kota besar emang butuh biaya ga sedikit untuk hidup layak, tapi keluh kesah berkepanjangan apa bisa menghasilkan solusi?
Malam ini gw baca artike-artikel di www.trubus-online.com untuk mengusir suntuk. Majalah ini sudah jadi favoritku dari SMA, mungkin karena isinya tentang perjanian. Dulu gw sempat mau kuliah di jurusan hortikultura tetapi ditentang ortu dengan alasan masa depannya ga cerah. Di Indonesia nasib petani emang masih identik dengan kemiskinan dan kesengsaraan. Seandainya saja para petani itu memiliki pengetahuan yang bagus, gw jamin 1000 persen merekalah orang-orang yang potensial hidup makmur di negeri ini. Dari Trubus ini banyak inspirasi yang bisa digali untuk menemukan harta karun yang berserakan di depan mata kita, tingal ada/ga kemauan dari kita sendiri untuk mengubah nasib
Ada ulasan menarik tentang seorang perempuan yang becocok tanam sayuran organik di lahan 3500m2 yang disewanya 1,5jt/bln. Kegiatan ini ga banyak menyita waktu dan dilakukannya sepulang kantor. Hasilnya sungguh mengagumkan. Tidak kurang dari 10jt/bln net bisa dikantonginya, jauh lebih besar dari gaji golongan IV-nya di sebuah departemen. Jika kita tidak punya lahan yang luas, loteng atau halaman masih bisa digunakan untuk menanam dengan sistem hidroponik memanfaatkan kaleng-kaleng bekas yang diletakkan pada rak bertingkat. Pemasaran bisa ke mall-mall yang mem
